Feeds:
Posts
Comments

JIHAD FI SABILILLAH

Saudaraku..

Jihad adalah berlelah – lelah mengerahkan segala kemampuan dan kepemilikan secara maksimal dalam menjadikan kalimat Alloh sebagai kedaulatan tertinggi dalam kehidupan manusia secara kaffah dengan berbagai marhalah yang harus ditempuhnya..

Marhalah jihad bisa dalam bentuk da`wah dan tarbiyyah, baik sirri maupun jahri bahkan bisa pula dalam bentuk qital atau pertempuran fisik, semua harus mengikuti syarat-syarat hukum taklifi dan wad`inya.

Saudaraku..

Jihad adalah syari`at Alloh Swt Continue Reading »

Qolbun Salim

Pindah Alamat

Pindah Alamat

Blog ini pindahan

Pindah Alamat

Pindah Alamat

Bagian ke enam (VI)

Pada awal abad ke 20, para kaum salibis yang dipimpin para penyembah syaithon dari bangsa yahudi, berhasil mengakhiri perang salib dengan kemenangan.

Dengan segala tipu daya muslihat dan dengan mengerahkan seluruh kemampuan yang mereka miliki serta bantuan besar-besaran dari kaum munafikin yang berada di tubuh ummat ini, mereka berhasil meruntuhkan khilafah Islamiyyah terakhir.

Negeri-negeri Islam pun terkapar di bawah kaki para durjana prajurit-parjurit kedaulatan syaithon! Terbagi-bagi dan terpecah-pecah dalam potongan-potongan geografis yang sangat terbatas. Setelah perang dunia kedua berakhir sistem penjajahan pun dirubah, dari penjajahan langsung ke sistem tidak langsung. Negara-negara baru, lemah, tertindas dan terkontrol pun didirikan oleh kaum salibis penjajah. Dibentuk menurut selera dan mashlat mereka! Syarat pertama dan utama adalah tidak boleh mendirikan sistem Islam. Sedangkan syarat kedua adalah tunduk mutlak kepada kebijakan-kebijakan salibis dan yahudi internasional yang berkendaraan organisasi “Freemason” di segala bidang ekonomi, budaya, politik, pendidikan dan lain-lain. Undang-undang dasar pun paling sedikit harus “direstui” kalau tidak memang disusun oleh mereka! Keunggulan keuangan, teknologi, militer dan sistem intelijen menjadi jaminan untuk terlaksananya kedua syarat utama itu.

Orang-orang yang diberi peran sebagai pendiri setiap Negara-negara boneka tersebut pun adalah orang-orang pilihan mereka yang sudah terjamin loyalitasnya. Sistem regenerasi kekuasaan pun harus memberikan jaminan akan tidak adanya pergeseran ke arah kekuatan-kekuatan Islami yang mungkin muncul sewaktu-waktu.

VII.

Dibawah cengkeraman salibis dan yahudi internasional itu, kaum muslimin pun terpuruk disemua lapangan kehidupan. Hukum Islam adalah hal utama dan pertama yang harus disingkirkan dari kehidupan ummat ini. Pendidikan dijauhkan dari norma-norma Islam yang murni. Sekulerisme dipupuk dan didukung habis-habisan, nasionalisme dijadikan dasar al wala’ dan al baro’. Wanita ditipu besar-besar untuk keluar dari peranannya yang sebenarnya, digiring dan diseret dengan segala bentuk rayuan ke dalam jurang penderitaan lahir dan batin. Anak-anak belia dipersiapkan untuk menjadi musuh-musuh agama mereka sendiri. Da’wah agama-agama buatan iblis, diperkuat tanpa batas. Semua itu dalam rangka memenangkan pergulatan merebut kedaulatan atas kehidupan manusia untuk diperembahkan kepada iblis.

Adanya sandiwara perang dingin, memang telah memberi peluang untuk tidak terkontrolnya situasi persis seperti yang diinginkan oleh para iblis dan keturunan kera serta penyembah syaithon. Maka ketika Sohwah Islamiyyah mulai memasuki era jihad di Afghanistan maka sandiwara itu pun harus segera berakhir.

Seketika dan dengan sangat tenang serta mudah, “diruntuhkanlah” uni soviet, agar kekuatan mereka bisa dikonsentrasikan memukul usaha-usaha kebangkitan kaum Muslimin. Dengan dalih memerangi terorisme, genderang perang terhadap Islam pun dipukul bertalu-talu siang dan malam. Siapa yang ingin mendapat keridhoan hamba-hamba syaithon itu, mereka harus menari menurut irama genderang itu. Maka secara serentak menarilah mereka dengan tubuh bugil, tanpa tedeng aling-aling. Continue Reading »

Kisah Besar

Bagian kedua (II)

Mulailah kehidupan manusia di bumi ini sebagai keturunan seorang Nabi Adam AS. Yang membawa ajaran tauhid. Jadi bukanlah seperti yang dipropagandakan kaum Yahudi, bahwa syiriklah agama pertama di muka bumi ini.

Tauhid! Tauhidlah yang mengiringi awal kehidupan manusia di dunia ini. Sedangkan syirik adalah hasil dari usaha iblis dalam menyesatkan manusia. Syirik pertama terjadi di bumi ini terjadi setelah sepuluh keturunan, pada zaman Nuh AS. Nuh pun di utus untuk mengembalikan manusia ke jalan Tauhid, jalan Allah SWT. Setelah kaum Nuh yang tidak beriman dibinasakan, maka kembalilah manusia ke jalan tauhid.

Kemudian sejarah pun terulang pada keturunan mereka yang berlayar di perahu Nuh AS. Kesyirikan pun kembali muncul. Allah pun kembali mengirim Rasul-Nya untuk mengembalikan manusia ke jalan tauhid,ke jalan kemurnian agama, satu-satunya jalan yang diridhai Allah SWT, jalan menuju al-Jannah.

Setiap seorang rasul datang, muncul pula syaithon-syaithon yang menandinginya. Demikianlah seterusnya pertempuran abadi itu berlangsung tanpa henti. Sepihak bertujuan menyeru manusia ke jalan Allah SWT dan menegakkan kedaulatan Allah, syariah dan pihak lain (iblis dan pengikutnya) bertujuan menggiring manusia ke Jahannam.

III.

Iblis, syaithon yang menjadi pemimpin para syaithon, baik dari jenis jin maupun dari jenis manusia adalah mahluk terkutuk yang mempunyai akses kuat dan nyata dalam alam manusia. Mempunyai keturunan dan balatentara. Mempunyai pasukan-pasukan berkuda dan pasukan-pasukan pejalan kaki. Mengepung manusia dari segala penjuru kehidupan. Membentuk agama-agama syirik dan aliran-aliran sesat sebagai tandingan Islam dan sebagai pintu-pintu menuju Jahannam. Agama-agama dan aliran-aliran yang beraneka ragam, dirancang selaras dengan jalan-jalan hawa nafsu manusia. Selain itu, ada pula agama-agama yang langsung menyembah syaithon tanpa perantara patung-patung atau manusia yang diagungkan ataupun sekulerisme, yaitu penolakan atas seluruh agama termasuk Islam atau berupa ketundukan terhadap syariah thogut yaitu Continue Reading »

Kisah Besar

KISAH BESAR

Bagian Pertama ( I)

Kisah besar ini bermula sejak Allah SWT menciptakan manusia dengan tujuan termulia, yaitu mendirikan peribadatan yang murni hanya untuk Allah SWT. Tunduk, patuh dan menyerah diri kepada-Nya. Melawan dan mengalahkan semua rintangan, baik dari dalam jiwa maupun dari luarnya, demi utnuk mewujudkan peribadatan yang murni itu. Allah SWT pun telah menjanjikan manusia untuk memasukkan mereka ke syurga, jika mereka melaksanakan yang demikian. Di saat-saat pertama setelah penciptaan itu, telah terjadi kedurhakaan yang sangat besar, bahkan terbesar yaitu, pembangkangan iblis terhadap perintah Allah, sampai jadilah iblis mahluk yang terkufur di dunia ini dan terusirlah dia dari sisi Allah untuk menjadi suatu mahluk terkutuk yang akan abadi di Jahannam. Continue Reading »

TSABAT DAN TATSBIT

(KUKUH DAN PENGUKUHAN)

DI MASA KRISIS

Alloh Subhanahu wa Ta`ala berfirman :

Hai orang-orang yang beriman. Apabila kalian memerangi pasukan (musuh), Maka berteguh hatilah kalian…. (Qs. Al Anfal [8] : 45)

Krisis adalah angin kencang yang mengguncang ummat… saatnya mereka melakukan tsabat.

Rasa gentar yang menyelimuti jiwa-jiwa yang lemah menjadikannya seperti seonggok kayu di tengah gelombang samudera.. seperti sehelai daun di tengah terjangan badai angin tak terhingga.

Jiwa-jiwa yang lemah adalah lahan terjadinya pasang surut keimanan serta tempat yang memikat bagi godaan syaithon… Sedangkan keyakinan adalah bagian orang-orang yang beriman.

Wahai para da`i! Saat masa krisis datang menjelang, teriakkanlah dengan suara yang lantang “Wahai hamba-hamba Alloh! Bersikukuh Dirilah Kalian!”.

Hai orang-orang yang beriman, Bersabarlah kalian dan kuatkanlah kesabaran kalian dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negeri kalian) dan bertakwalah kepada Alloh, supaya kalian beruntung. (Qs. Ali Imron [3] : 200)

Janganlah kalian bersikap lemah, dan jangan (pula) kalian bersedih hati, padahal kalianlah orang-orang yang paling Tinggi (derajatnya), jika kalian orang-orang yang beriman. (Qs. Ali Imron [3] : 139) Continue Reading »

Nama : Maison

Tempat : Damaskusss

Waktu : Jum’at, 607 H.

Bencana : Agresi kaum salibis seperti badai topan yang menghancurkan setiap orang yang ada di hadapannya.

Ujian : Empat orang saudaranya gugur syuhada’ dalam jihad suci

mereka.

Apa yang bisa dilakukan seorang wanita tak bersenjata dalam menghadapi pasukan besar ini? Memang, wanita seorang diri tidak berdaya melakukan sesuatupun. Tapi, Ia adalah seorang wanita yang digembleng keimanannya menjadi sosok mahluk yang lain. Ia mampu balikkan tolok ukur. Ia putar kebiasaan dan ia ubah prediksi peristiwa. Keimanan turun dalam hatinya, sehingga ia merasakan kekuatan dalam otot-ototnya yang mampu menggetarkan kota Damaskus. Dalam kerongkongannya, tersembunyi suara yang bisa didengar orang-orang mati. Dalam hatinya bersemayam tekad baja yang tidak akan melemah, perbekalan yang tidak habis, serta kekuatan yang mampu memecahkan besi dan mendobrak benteng. Continue Reading »

PAHLWAN DAN PERUBAHAN

“Jangan cepat puas, bangga atau bahagia saat nama kita disebut oleh jutaan orang, terukir dengan tinta sejarah atau mungkin dalam kalam Allah sekalipun. Serta jangan cepat pula kecewa, rendah diri atau merana saat nama kita tak pernah disebut oleh lisan-lisan manusia, tak tersebut dalam berita sejarah atau mungkin oleh kalamullah sekalipun”

Persoalannya memang bukan sekedar nama yang disebut atau diukir, tetapi persoalannya adalah dalam konteks apa nama kita itu disebut dan diukir dalam sejarah? Dengan kebaikan dan kemuliaan atau keburukan dan kehinaan ? Bukankah ada Iblis yang namanya terukir di Lauhul Mahfudz, akan tetapi dalam kerangka la’natullah ? Bukankah Fir’aun yang gelar kebesarannya terukir dalam Kalamullah akan tetapi dalam kerangka tagha dan kafaro ? Padahal di sisi berseberangan terdapat beberapa tokoh yang namanya tidak disebut secara langsung oleh Allah, akan tetapi sejarah hidup mereka terukir dalam tinta emas Al-Quran yang mulia. Ada Ahlul Ilmi yang mengukir sejarah di zaman Sulaiman as, ada Rojulun Yas’a yang menoreh kepahlawanan di kisah Yasin, ada Ashhabul Kahfi yang istiqomah ratusan tahun dalam tauhid dan ada pula Ashhabul Ukhdud yang meregang nyawa karena kebesaran jiwa dalam iman di zaman Bani Israel.

Intinya, mereka telah mengukir sejarah kepahlawanan dan perubahan di alam fana ini, walaupun masing-masing berada pada posisi kontradiktif dengan yang lainnya. Kemasyhuran, kemuliaan dan kehormatan telah menjadi ajang perlombaan mereka yang berjiwa besar dengan segala tantangan dan rintangannya.

Ada satu kata kunci yang dapat terlihat dalam perlombaan meraih kemasyhuran, kemuliaan dan kehormatan, yaitu “Merubah sejarah dan menjadi pahlawan di masanya”.

Saudaraku !

Perubahan dan kepahlawanan adalah 2 fenomena yang tidak dapat berpisah, selalu bersatu dalam satu kata dan fakta. Tidak ada satu perubahan pun yang terjadi tidak ada pahlwan di balik peristiwa tersebut. Di mana ada perubahan di situ ada pahlawan. Di saat muncul pahlawan, sinar perubahan tampak berbinar. Pahlawan di mulai dari perubahan dan akan melahirkan perubahan. Hanya orang yang bersedia menjadi pahlawan, yang dapat berjiwa besar dan orang yang berjiwa besarlah yang akan menjadi pahlawan perubahan. Di mulai dari perubahan, lalu menjadi pahlawan, hingga terjadi perubahan dan tergapailah kemasyhuran, kemuliaan dan kehormatan. Inilah rahasia firman Allah SWT dalam membangkitkan semangat kepahlawanan :

“Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan suatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka” (Qs. 13:11) Continue Reading »